Lima kali sehari
Kau dikumandangkan
Panggilan sholat
Yang sangat merdu
Dahulu...
Suaramu membuat
Hati bergetar
Membuat banyak muslim
Datang ke masjid
Sekarang...
Suaramu tak bisa
Membuat kaum muslim sholat
Dengan berjama’ah
Di masjid lagi
Friday, February 19, 2010
Tuesday, February 9, 2010
Unas yang Semakin Dekat
Tidak lama lagi ujian nasional tingkat atas akan segera dimulai. Kurang lebih 40 hari dari sekarang akan dilangsungkan. Hmm.. tidak terasa waktu begitu cepat, kini aku bersama teman – teman SMA akan melaksanakan Ujian Nasional, pada tanggal 22 Maret 2010. Banyak yang memprotes Unas tahun ini, karena nilai kelulusan SMA naik menjadi 5.5 per mata pelajaran. Bayangkan enam mata pelajaran itu adalah Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Biologi, Fisika, Kimia, dan Matematika. Semua itu harus nilainya diatas 5.5, dan setelah itu tanggungan saya belum selesai, masih ada Ujian Praktek dan Ujian Sekolah. Semua itu nanti diakumulasikan dengan nilai akfetif siswa, untuk menentukan lulus tidaknya siswa tersebut. Yaa.. sebagai siswa yang normal saya ingin lulus dan memperoleh nilai yang sangat bagus. Amin...
Untuk meringankan beban siswanya guru – guru di SMA saya pun mulai menggenjot siswanya untuk sering mengerjakan soal – soal, dan kadang pula sekolah saya mengadakan TryOut sampai emapat kali. Kadang saya pun berpikir, saya sekolah selama tiga tahun. Tapi, Unas dilaksanakan cuma empat hari. Adilkah itu??.. Yaaa.. mau bagaimana lagi.. itu sudah jadi keputusan pemerintah. Mungkin lega rasanya bila saya sudah lulus dari SMA, dan mungkin orang tua saya merasakan bahagia juga.
Cara lain juga digunakan guru – guru SMA saya, agar siswanya tidak terbebani dan diberikan kekuatan dalam menghadapi Ujian Nasional 2010. Salah satu caranya adalah doa bersama. Saya berharap teman – teman saya melakukan doa dan dzikir bersama itu dengan khusuk, memohon bantuan dari Allah SWT. Tidak hanya doa bersama, sekolah saya juga menyiapkan alternatif kedua untuk menyiapkan mental siswa – siswinya, agar dibukakan pintu pikiran mereka untuk menyelesaikan soal Ujian Nasional 2010 yang berjumlah 40 dan 50 soal per mata pelajaran. Cara tersebut adalah Sholat Malam, kegiatan ini baru pertama kali dilakukan oleh sekolah saya. Semoga saja kegiatan Sholat Malamtersebut berjalan dengan semestinya.
Semoga saja.. saya dan teman – teman lulus 1 putaran dan juga lulus 100 %. Dengan nilai yang sangat memuaskan. Amin...............
Untuk meringankan beban siswanya guru – guru di SMA saya pun mulai menggenjot siswanya untuk sering mengerjakan soal – soal, dan kadang pula sekolah saya mengadakan TryOut sampai emapat kali. Kadang saya pun berpikir, saya sekolah selama tiga tahun. Tapi, Unas dilaksanakan cuma empat hari. Adilkah itu??.. Yaaa.. mau bagaimana lagi.. itu sudah jadi keputusan pemerintah. Mungkin lega rasanya bila saya sudah lulus dari SMA, dan mungkin orang tua saya merasakan bahagia juga.
Cara lain juga digunakan guru – guru SMA saya, agar siswanya tidak terbebani dan diberikan kekuatan dalam menghadapi Ujian Nasional 2010. Salah satu caranya adalah doa bersama. Saya berharap teman – teman saya melakukan doa dan dzikir bersama itu dengan khusuk, memohon bantuan dari Allah SWT. Tidak hanya doa bersama, sekolah saya juga menyiapkan alternatif kedua untuk menyiapkan mental siswa – siswinya, agar dibukakan pintu pikiran mereka untuk menyelesaikan soal Ujian Nasional 2010 yang berjumlah 40 dan 50 soal per mata pelajaran. Cara tersebut adalah Sholat Malam, kegiatan ini baru pertama kali dilakukan oleh sekolah saya. Semoga saja kegiatan Sholat Malamtersebut berjalan dengan semestinya.
Semoga saja.. saya dan teman – teman lulus 1 putaran dan juga lulus 100 %. Dengan nilai yang sangat memuaskan. Amin...............
Label::
Pelajaran
Hidup Akan Berakhir
Pagi….
Siang….
Malam….
Setiap kali begini
Pasti akan berahkir
Tak tau kapan
Seolah menjadi hal biasa
Bagi orang beriman
Semuanya tak tahu
Kapan kita mati
Hanya sang pencipta yang tahu
Siang….
Malam….
Setiap kali begini
Pasti akan berahkir
Tak tau kapan
Seolah menjadi hal biasa
Bagi orang beriman
Semuanya tak tahu
Kapan kita mati
Hanya sang pencipta yang tahu
Label::
Puisi
Sunday, February 7, 2010
7 Febuari 2010
Walau aku punya pacar, teman tetap paling setia. Walau aku punya harta, tetap teman paling berharga. Sahabat adalah kata - kata yang indah dalam hati, sahabat bisa datang dan pergi. Tapi, sahabat sejati'kan selalu ada dihati.
Label::
Kata - Kata Mutiara
Friday, February 5, 2010
5 Februari 2010
Sebelum PETERPAN menghapus jejakmu, sampai FIVE MINUTES bertahan jangan sampai KERISPATIH mengenangmu, maka pejamkanlah MATTA saat ketahuan matahari tenggelam, hingga DRIVE mengatakan tidurlah selamat malam.
Label::
Kata - Kata Mutiara
Tuesday, January 19, 2010
Kumpulan Majas
1) Majas Metafora : Gabungan dua hal yang berbeda yang dapat membentuk suatu pengertian baru.
Contoh : Raja siang, kambing hitam.
2) Majas Alegori : Majas perbandingan yang memperlihatkan suatu perbandingan yang utuh.
Contoh : Suami sebagai nahkoda, Istri sebagai juru mudi
3) Majas Personifikasi : Majas yang melukiskan suatu benda dengan memberikan sifat – sifat manusia kepada benda, sehingga benda mati seolah-olah hidup.
Contoh : Awan menari – nari di angkasa, baru saja berjalan 8 km mobilnya sudah batuk – batuk
4) Majas Perumpamaan ( Majas Asosiasi ) : Suatu perbandingan dua hal yang berbeda, namun dinyatakan sama.
Contoh : Bagaikan harimau pulang kelaparan, seperti menyulam di kain yang lapuk
5) Majas Antilesis : Gaya bahasa yang membandingkan dua hal yang berlawanan.
Contoh : Air susu dibalas air tuba
6) Majas Hiperbola : Suatu gaya bahasa yang bersifat melebih – lebihkan.
Contoh : Ibu terkejut setengah mati, ketika mendengar anaknya kecelakaan
7) Majas Ironi : Gaya bahasa yang bersifat menyindir dengan halus.
Contoh : Bagus sekali tulisanmu, sampai – sampai tidak bisa dibaca
8) Majas Litotes : Majas yang digunakan untuk mengecilkan kenyataan dengan tujuan untuk merendahkan hati.
Contoh : Mampirlah ke gubuk saya ( Padahal rumahnya besar dan mewah )
9) Majas Sinisme : Majas yang menyatakan sindiran secara langsung.
Contoh : Perilakumu membuatku kesal
10) Majas Oksimoron : Majas yang antarbagiannya menyatakan sesuatu yang bertentangan. Contoh : Cinta membuatnya bahagia, tetapi juga membuatnya menangis
11) Majas Metonimia : Majas yang memakai merek suatu barang.
Contoh : Kami ke rumah nenek naik kijang
12) Majas Alusio : Majas yang mepergunakan peribahasa / kata – kata yang artinya diketahui umum.
Contoh : Upacara ini mengingatkan aku pada proklamasi kemerdekaan tahun 1945
13) Majas Eufemisme : Majas yang menggunakan kata – kata / ungkapan halus / sopan. Contoh : Para tunakarya itu perlu diperhatikan
14) Majas Elipsis : Majas yang manghilangkan suatu unsure kalimat.
Contoh : Kami ke rumah nenek ( penghilangan predikat pergi )
15) Majas Inversi : Majas yang dinyatakan oleh pangubahan suatu kalimat.
Contoh : Aku dan dia telah bertemu > Telah bertemu, aku dan dia
16) Majas Pleonasme : Majas yang menggunakan kata – kata secara berlebihan dengan maksud untuk menegaskan arti suatu kata.
Contoh : Mari naik ke atas agar dapat meliahat pemandangan
17) Majas Antiklimaks : Majas yang menyatakan sesuatu hal berturut – turut yang makin lama makin menurun.
Contoh : Para bupati, para camat, dan para kepala desa
18) Majas Klimaks : Majas yang menyatakan beberapa hal berturut – turut yang makin lama makin mendebat.
Contoh : Semua anak – anak, remaja, dewasa, orang tua dan kakek
19) Majas Retoris : Majas yang berupa kalimat tanya yang jawabanya sudah diketahui. Contoh : Siapakah yang tidak ingin hidup ?
20) Majas Aliterasi : Majas yang memanfaatkan kata – kata yang bunyi awalnya sama. Contoh : Inikah Indahnya Impian ?
21) Majas Antanaklasis : Majas yang mengandung ulangan kata yang sama dengan makna yang berbeda.
Contoh : Ibu membawa buah tangan, yaitu buah apel merah
22) Majas Repetisi : Majas perulangan kata – kata sebagai penegasan.
Contoh : Selamat tinggal pacarku, selamat tinggal kekasihku
23) Majas Paralelisme : Majas perulangan sebagaimana halnya repetisi, disusun dalam baris yang berbeda.
Contoh : Hati ini biru Hati ini lagu Hati ini debu
24) Majas Kiasmus : Majas yang berisi perulangan dan sekaligus mengandung inverse. Contoh : Mereka yang kaya merasa miskin, dan yang miskin merasa kaya
25) Majas Simbolik : Majas perbandingan yang melukiskan sesuatu dengan membandingkan dengan benda – benda lain.
Contoh : Dia menjadi lintah darat
26) Majas Antonomasia : Majas yang menyebutkan nama lain terhadap seseorang yang berdasarkan cirri / sifat menonjol yang dimilikinya.
Contoh : Si pincang, Si jangkung, Si kribo
27) Majas Tautologi : Majas yang melukiskan sesuatu dengan mempergunakan kata – kata yang sama artinya ( bersinonim ) untuk mempertegas arti.
Contoh : Saya khawatir dan was – was dengannya
Contoh : Raja siang, kambing hitam.
2) Majas Alegori : Majas perbandingan yang memperlihatkan suatu perbandingan yang utuh.
Contoh : Suami sebagai nahkoda, Istri sebagai juru mudi
3) Majas Personifikasi : Majas yang melukiskan suatu benda dengan memberikan sifat – sifat manusia kepada benda, sehingga benda mati seolah-olah hidup.
Contoh : Awan menari – nari di angkasa, baru saja berjalan 8 km mobilnya sudah batuk – batuk
4) Majas Perumpamaan ( Majas Asosiasi ) : Suatu perbandingan dua hal yang berbeda, namun dinyatakan sama.
Contoh : Bagaikan harimau pulang kelaparan, seperti menyulam di kain yang lapuk
5) Majas Antilesis : Gaya bahasa yang membandingkan dua hal yang berlawanan.
Contoh : Air susu dibalas air tuba
6) Majas Hiperbola : Suatu gaya bahasa yang bersifat melebih – lebihkan.
Contoh : Ibu terkejut setengah mati, ketika mendengar anaknya kecelakaan
7) Majas Ironi : Gaya bahasa yang bersifat menyindir dengan halus.
Contoh : Bagus sekali tulisanmu, sampai – sampai tidak bisa dibaca
8) Majas Litotes : Majas yang digunakan untuk mengecilkan kenyataan dengan tujuan untuk merendahkan hati.
Contoh : Mampirlah ke gubuk saya ( Padahal rumahnya besar dan mewah )
9) Majas Sinisme : Majas yang menyatakan sindiran secara langsung.
Contoh : Perilakumu membuatku kesal
10) Majas Oksimoron : Majas yang antarbagiannya menyatakan sesuatu yang bertentangan. Contoh : Cinta membuatnya bahagia, tetapi juga membuatnya menangis
11) Majas Metonimia : Majas yang memakai merek suatu barang.
Contoh : Kami ke rumah nenek naik kijang
12) Majas Alusio : Majas yang mepergunakan peribahasa / kata – kata yang artinya diketahui umum.
Contoh : Upacara ini mengingatkan aku pada proklamasi kemerdekaan tahun 1945
13) Majas Eufemisme : Majas yang menggunakan kata – kata / ungkapan halus / sopan. Contoh : Para tunakarya itu perlu diperhatikan
14) Majas Elipsis : Majas yang manghilangkan suatu unsure kalimat.
Contoh : Kami ke rumah nenek ( penghilangan predikat pergi )
15) Majas Inversi : Majas yang dinyatakan oleh pangubahan suatu kalimat.
Contoh : Aku dan dia telah bertemu > Telah bertemu, aku dan dia
16) Majas Pleonasme : Majas yang menggunakan kata – kata secara berlebihan dengan maksud untuk menegaskan arti suatu kata.
Contoh : Mari naik ke atas agar dapat meliahat pemandangan
17) Majas Antiklimaks : Majas yang menyatakan sesuatu hal berturut – turut yang makin lama makin menurun.
Contoh : Para bupati, para camat, dan para kepala desa
18) Majas Klimaks : Majas yang menyatakan beberapa hal berturut – turut yang makin lama makin mendebat.
Contoh : Semua anak – anak, remaja, dewasa, orang tua dan kakek
19) Majas Retoris : Majas yang berupa kalimat tanya yang jawabanya sudah diketahui. Contoh : Siapakah yang tidak ingin hidup ?
20) Majas Aliterasi : Majas yang memanfaatkan kata – kata yang bunyi awalnya sama. Contoh : Inikah Indahnya Impian ?
21) Majas Antanaklasis : Majas yang mengandung ulangan kata yang sama dengan makna yang berbeda.
Contoh : Ibu membawa buah tangan, yaitu buah apel merah
22) Majas Repetisi : Majas perulangan kata – kata sebagai penegasan.
Contoh : Selamat tinggal pacarku, selamat tinggal kekasihku
23) Majas Paralelisme : Majas perulangan sebagaimana halnya repetisi, disusun dalam baris yang berbeda.
Contoh : Hati ini biru Hati ini lagu Hati ini debu
24) Majas Kiasmus : Majas yang berisi perulangan dan sekaligus mengandung inverse. Contoh : Mereka yang kaya merasa miskin, dan yang miskin merasa kaya
25) Majas Simbolik : Majas perbandingan yang melukiskan sesuatu dengan membandingkan dengan benda – benda lain.
Contoh : Dia menjadi lintah darat
26) Majas Antonomasia : Majas yang menyebutkan nama lain terhadap seseorang yang berdasarkan cirri / sifat menonjol yang dimilikinya.
Contoh : Si pincang, Si jangkung, Si kribo
27) Majas Tautologi : Majas yang melukiskan sesuatu dengan mempergunakan kata – kata yang sama artinya ( bersinonim ) untuk mempertegas arti.
Contoh : Saya khawatir dan was – was dengannya
Label::
Sastra
Thursday, January 14, 2010
Akhir Percintaan Kita
Bersandiwarakah kamu selama ini...
setelah sekian lama kita saling memiliki...
Setelah sekian lama kita saling mencintai...
inikah akhir perjalanan cinta kita....
entah dimana ku sembunyikan perasaan ku ini...
sekarang harus aku lewati...
kesendirian tanpa dirimu lagi...
Biarkan kini kusendiri melawan waktu...
Tuk melupakanmu...
Walau perih hati...
Namun aku bertahan,...
setelah sekian lama kita saling memiliki...
Setelah sekian lama kita saling mencintai...
inikah akhir perjalanan cinta kita....
entah dimana ku sembunyikan perasaan ku ini...
sekarang harus aku lewati...
kesendirian tanpa dirimu lagi...
Biarkan kini kusendiri melawan waktu...
Tuk melupakanmu...
Walau perih hati...
Namun aku bertahan,...
Label::
Puisi
Monday, December 7, 2009
7 Desember 2009
Jika mata adalah cahaya …
Maka hati adalah permata…
Saat bahagia merona, maka tawa adalah warna...
Apabila senyum adalah ibadah, maka SAHABAT adalah anugrah tuhan.
Maka hati adalah permata…
Saat bahagia merona, maka tawa adalah warna...
Apabila senyum adalah ibadah, maka SAHABAT adalah anugrah tuhan.
Label::
Kata - Kata Mutiara
Sunyi Senyap
Saat mata memandangi buku
Mulailah otak bertarung
Dan berpikir
Kemudian pena berlari
Jaripun menari
Sunyi senyap
Suasana ruang saat itu
Hanya terdengar jam yang berdetak
Dan cicak yang bercakap
Sunyi senyap
Mengiringi aku belajar
Terdengar suara ikan berdebat
Sampai ke muara, aku pun berdesah
Akhirnya malam ini hilang
Bersama sebuah tulisan
Mulailah otak bertarung
Dan berpikir
Kemudian pena berlari
Jaripun menari
Sunyi senyap
Suasana ruang saat itu
Hanya terdengar jam yang berdetak
Dan cicak yang bercakap
Sunyi senyap
Mengiringi aku belajar
Terdengar suara ikan berdebat
Sampai ke muara, aku pun berdesah
Akhirnya malam ini hilang
Bersama sebuah tulisan
Label::
Puisi
Saturday, November 21, 2009
21 November 2009
Sahabat itu seprti diary, selalu ada buat tempat curhat…. Seperti crayon, yang selalu memberi warna, seperti bulan terangi malam…. Sahabat seperti mutiara yang sulit banget dicari…..
Label::
Kata - Kata Mutiara
Friday, November 13, 2009
Monday, November 9, 2009
9 November 2009
Tidurlah dengan lelap dipelukan sang malam bermimpilah dengan sejuta keindahan, sambutlah mentari esok pagi dengan senyuman penuh pesona, semoga hari esok selalu dihiasi oleh cinta.
Label::
Kata - Kata Mutiara
Wednesday, November 4, 2009
Rinduku
Rinduku yang kian larut
Dalam Hati & dan Batinku
Kau tak pernah tahu
Sebenarnya ku rindu kamu
Rinduku telah diselimuti lumut
Dan mulai rapuh dimakan oleh akar dan benalu
Akankah rinduku bisa terobatiHanya kau yang bisa menjawab
Dalam Hati & dan Batinku
Kau tak pernah tahu
Sebenarnya ku rindu kamu
Rinduku telah diselimuti lumut
Dan mulai rapuh dimakan oleh akar dan benalu
Akankah rinduku bisa terobatiHanya kau yang bisa menjawab
Label::
Puisi
Saturday, October 31, 2009
Hari Ini
Hari ini ku bahagia
Hari ini ku bersuka
Hari ini malam terindah
Akankah hari esok, kan seperti hari ini ??
Hari ini ku bersuka
Hari ini malam terindah
Akankah hari esok, kan seperti hari ini ??
Label::
Puisi
Friday, October 30, 2009
30 Oktober 2009
Tidurlah dengan lelap dipelukan sang malam bermimpilah dengan sejuta keindahan, sambutlah mentari esok pagi dengan senyuman penuh pesona semoga hari selalu dihiasi oleh cinta, dan kasih sayang
Label::
Kata - Kata Mutiara
Sunday, October 25, 2009
Satu Alasan Tentang Mengapa Kita Perlu Menanam Pohon.
Salah satu bencana besar tentang penebangan hutan secara liar yaitu pemanasan global dan tanah longsor. Terjadinya tanah longsor sering terjadi di lereng gunung, dan pada musim hujan.
Tanah longsor dapat merusak rumah dan masa depan anak yang rumahnya di sekitar lereng gunung. dan dampak dari bencana global warming adalah lapisan atmosfer rusak sehingga dapat merusak kulit kita, karena sinar matahari langsung menembus ke bumi.
Solusi agar tanah longsor tidak kembali terjadi yaitu, kita harus menanam pohon disekitar rumah dan kita harus mencegah penebangan liar di hutan.
Terjadinya tanah longsor banyak terjadi negara Asia, khususnya China, dan negara di Afrika sana. Hampir banyak hutan yang ada di seluruh dunia sudah banyak yang ditebang, dan hampir setengah hutan yang ada di dunia ini gundul. Sampai saat ini tanah longsor di dunia belum juga bisa menemukan organisasi penebangan liar tersebut.
Di sisi lain kita menanam pohon, agar dapat menambah keindahan lingkungan sekitar kita. Selain itu bila menanam pohon kita juga dapat memanfaatkan kayu dari pohon tersebut. Bila kita menanam pohon yang dapat menghasilkan buah, kita dapat memanfaatkan buah tersebut, dan juga kita dapat menjual buah yang kita dapatkan dari pohon yang kita tanam tadi.
Dan kita semua berharap semoga di waktu mendatang penebangan pohon secara liar cepat teratasi. Bila penebangan hutan teratasi maka bukan tidak mungkin di bumi kita tidak terjadi global warming dan tanah longsor.
Label::
Artikel
25 Oktober 2009
Pagi yang cerah & sejuk ini, aku kirimkan salam terindah, salam yang mengharumkan melebihi harum surga, sejuknya melebihi embun pagi. Salam hangat sehangat mentari di waktu Dhuha. Salam suci sesuci telaga Kautsar.
Label::
Kata - Kata Mutiara
Saturday, October 24, 2009
24 Oktober 2009
Angin selalu bilang janganlah hari esok seperti kau menjaga malammu yang selalu jalan di setiap detik, waktu & terus senyumlah engkau nikmati indahnya mentari pagi.
Label::
Kata - Kata Mutiara
Talibun
Talibun adalah sejenis puisi lama seperti pantun karena mempunyai sampiran dan isi, tetapi lebih dari 4 baris ( mulai dari 6 baris hingga 20 baris). Berirama abc-abc, abcd-abcd, abcde-abcde.
Ciri-ciri Talibun adalah seperti berikut:
1. Merupakan sejenis puisi bebas
2. Terdapat beberapa baris dalam rangkap untuk menjelaskan pemerian
3. Isinya berdasarkan sesuatu perkara diceritakan secara terperinci
4. Setiap rangkap dapat menjelaskan satu keseluruhan cerita
5. Menggunakan puisi lain (pantun/syair) dalam pembentukannya
6. Gaya bahasa yang luas, lumrah dan sopan
7. Berfungsi untuk menjelaskan sesuatu perkara
8. Merupakan bahan penting dalam pengkaryaan cerita penglipur lara
Ciri-ciri Talibun adalah seperti berikut:
1. Merupakan sejenis puisi bebas
2. Terdapat beberapa baris dalam rangkap untuk menjelaskan pemerian
3. Isinya berdasarkan sesuatu perkara diceritakan secara terperinci
4. Setiap rangkap dapat menjelaskan satu keseluruhan cerita
5. Menggunakan puisi lain (pantun/syair) dalam pembentukannya
6. Gaya bahasa yang luas, lumrah dan sopan
7. Berfungsi untuk menjelaskan sesuatu perkara
8. Merupakan bahan penting dalam pengkaryaan cerita penglipur lara
Label::
Sastra
24 Oktober 2009
Teman yang baik susah dicari, lebih sulit di tinggalkan, dan mustahil untuk di lupakan.
Label::
Kata - Kata Mutiara