Tuesday, January 19, 2010

Kumpulan Majas

1) Majas Metafora : Gabungan dua hal yang berbeda yang dapat membentuk suatu pengertian baru.
Contoh : Raja siang, kambing hitam.

2) Majas Alegori : Majas perbandingan yang memperlihatkan suatu perbandingan yang utuh.
Contoh : Suami sebagai nahkoda, Istri sebagai juru mudi

3) Majas Personifikasi : Majas yang melukiskan suatu benda dengan memberikan sifat – sifat manusia kepada benda, sehingga benda mati seolah-olah hidup.
Contoh : Awan menari – nari di angkasa, baru saja berjalan 8 km mobilnya sudah batuk – batuk

4) Majas Perumpamaan ( Majas Asosiasi ) : Suatu perbandingan dua hal yang berbeda, namun dinyatakan sama.
Contoh : Bagaikan harimau pulang kelaparan, seperti menyulam di kain yang lapuk

5) Majas Antilesis : Gaya bahasa yang membandingkan dua hal yang berlawanan.
Contoh : Air susu dibalas air tuba

6) Majas Hiperbola : Suatu gaya bahasa yang bersifat melebih – lebihkan.
Contoh : Ibu terkejut setengah mati, ketika mendengar anaknya kecelakaan

7) Majas Ironi : Gaya bahasa yang bersifat menyindir dengan halus.
Contoh : Bagus sekali tulisanmu, sampai – sampai tidak bisa dibaca

8) Majas Litotes : Majas yang digunakan untuk mengecilkan kenyataan dengan tujuan untuk merendahkan hati.
Contoh : Mampirlah ke gubuk saya ( Padahal rumahnya besar dan mewah )

9) Majas Sinisme : Majas yang menyatakan sindiran secara langsung.
Contoh : Perilakumu membuatku kesal

10) Majas Oksimoron : Majas yang antarbagiannya menyatakan sesuatu yang bertentangan. Contoh : Cinta membuatnya bahagia, tetapi juga membuatnya menangis

11) Majas Metonimia : Majas yang memakai merek suatu barang.
Contoh : Kami ke rumah nenek naik kijang

12) Majas Alusio : Majas yang mepergunakan peribahasa / kata – kata yang artinya diketahui umum.
Contoh : Upacara ini mengingatkan aku pada proklamasi kemerdekaan tahun 1945

13) Majas Eufemisme : Majas yang menggunakan kata – kata / ungkapan halus / sopan. Contoh : Para tunakarya itu perlu diperhatikan

14) Majas Elipsis : Majas yang manghilangkan suatu unsure kalimat.
Contoh : Kami ke rumah nenek ( penghilangan predikat pergi )

15) Majas Inversi : Majas yang dinyatakan oleh pangubahan suatu kalimat.
Contoh : Aku dan dia telah bertemu > Telah bertemu, aku dan dia

16) Majas Pleonasme : Majas yang menggunakan kata – kata secara berlebihan dengan maksud untuk menegaskan arti suatu kata.
Contoh : Mari naik ke atas agar dapat meliahat pemandangan

17) Majas Antiklimaks : Majas yang menyatakan sesuatu hal berturut – turut yang makin lama makin menurun.
Contoh : Para bupati, para camat, dan para kepala desa

18) Majas Klimaks : Majas yang menyatakan beberapa hal berturut – turut yang makin lama makin mendebat.
Contoh : Semua anak – anak, remaja, dewasa, orang tua dan kakek

19) Majas Retoris : Majas yang berupa kalimat tanya yang jawabanya sudah diketahui. Contoh : Siapakah yang tidak ingin hidup ?

20) Majas Aliterasi : Majas yang memanfaatkan kata – kata yang bunyi awalnya sama. Contoh : Inikah Indahnya Impian ?

21) Majas Antanaklasis : Majas yang mengandung ulangan kata yang sama dengan makna yang berbeda.
Contoh : Ibu membawa buah tangan, yaitu buah apel merah

22) Majas Repetisi : Majas perulangan kata – kata sebagai penegasan.
Contoh : Selamat tinggal pacarku, selamat tinggal kekasihku

23) Majas Paralelisme : Majas perulangan sebagaimana halnya repetisi, disusun dalam baris yang berbeda.
Contoh : Hati ini biru Hati ini lagu Hati ini debu

24) Majas Kiasmus : Majas yang berisi perulangan dan sekaligus mengandung inverse. Contoh : Mereka yang kaya merasa miskin, dan yang miskin merasa kaya

25) Majas Simbolik : Majas perbandingan yang melukiskan sesuatu dengan membandingkan dengan benda – benda lain.
Contoh : Dia menjadi lintah darat

26) Majas Antonomasia : Majas yang menyebutkan nama lain terhadap seseorang yang berdasarkan cirri / sifat menonjol yang dimilikinya.
Contoh : Si pincang, Si jangkung, Si kribo

27) Majas Tautologi : Majas yang melukiskan sesuatu dengan mempergunakan kata – kata yang sama artinya ( bersinonim ) untuk mempertegas arti.
Contoh : Saya khawatir dan was – was dengannya

Thursday, January 14, 2010

Akhir Percintaan Kita

Bersandiwarakah kamu selama ini...
setelah sekian lama kita saling memiliki...
Setelah sekian lama kita saling mencintai...
inikah akhir perjalanan cinta kita....
entah dimana ku sembunyikan perasaan ku ini...
sekarang harus aku lewati...
kesendirian tanpa dirimu lagi...
Biarkan kini kusendiri melawan waktu...
Tuk melupakanmu...
Walau perih hati...
Namun aku bertahan,...

Monday, December 7, 2009

7 Desember 2009

Jika mata adalah cahaya …
Maka hati adalah permata…
Saat bahagia merona, maka tawa adalah warna...
Apabila senyum adalah ibadah, maka SAHABAT adalah anugrah tuhan.

Sunyi Senyap

Saat mata memandangi buku
Mulailah otak bertarung
Dan berpikir
Kemudian pena berlari
Jaripun menari

Sunyi senyap
Suasana ruang saat itu
Hanya terdengar jam yang berdetak
Dan cicak yang bercakap

Sunyi senyap
Mengiringi aku belajar
Terdengar suara ikan berdebat
Sampai ke muara, aku pun berdesah
Akhirnya malam ini hilang
Bersama sebuah tulisan

Saturday, November 21, 2009

21 November 2009

Sahabat itu seprti diary, selalu ada buat tempat curhat…. Seperti crayon, yang selalu memberi warna, seperti bulan terangi malam…. Sahabat seperti mutiara yang sulit banget dicari…..

Friday, November 13, 2009

Diam

Diam...
Diam seribu bahasa
Diam tanpa kata

Diam...
Daripada bohong
Diam...
Adalah emas

Monday, November 9, 2009

9 November 2009

Tidurlah dengan lelap dipelukan sang malam bermimpilah dengan sejuta keindahan, sambutlah mentari esok pagi dengan senyuman penuh pesona, semoga hari esok selalu dihiasi oleh cinta.

Wednesday, November 4, 2009

Rinduku

Rinduku yang kian larut
Dalam Hati & dan Batinku
Kau tak pernah tahu
Sebenarnya ku rindu kamu

Rinduku telah diselimuti lumut
Dan mulai rapuh dimakan oleh akar dan benalu
Akankah rinduku bisa terobatiHanya kau yang bisa menjawab

Saturday, October 31, 2009

Hari Ini

Hari ini ku bahagia
Hari ini ku bersuka
Hari ini malam terindah

Akankah hari esok, kan seperti hari ini ??

Friday, October 30, 2009

30 Oktober 2009

Tidurlah dengan lelap dipelukan sang malam bermimpilah dengan sejuta keindahan, sambutlah mentari esok pagi dengan senyuman penuh pesona semoga hari selalu dihiasi oleh cinta, dan kasih sayang

Sunday, October 25, 2009

Satu Alasan Tentang Mengapa Kita Perlu Menanam Pohon.

Salah satu bencana besar tentang penebangan hutan secara liar yaitu pemanasan global dan tanah longsor. Terjadinya tanah longsor sering terjadi di lereng gunung, dan pada musim hujan.
Tanah longsor dapat merusak rumah dan masa depan anak yang rumahnya di sekitar lereng gunung. dan dampak dari bencana global warming adalah lapisan atmosfer rusak sehingga dapat merusak kulit kita, karena sinar matahari langsung menembus ke bumi.

Solusi agar tanah longsor tidak kembali terjadi yaitu, kita harus menanam pohon disekitar rumah dan kita harus mencegah penebangan liar di hutan.
Terjadinya tanah longsor banyak terjadi negara Asia, khususnya China, dan negara di Afrika sana. Hampir banyak hutan yang ada di seluruh dunia sudah banyak yang ditebang, dan hampir setengah hutan yang ada di dunia ini gundul. Sampai saat ini tanah longsor di dunia belum juga bisa menemukan organisasi penebangan liar tersebut.

Di sisi lain kita menanam pohon, agar dapat menambah keindahan lingkungan sekitar kita. Selain itu bila menanam pohon kita juga dapat memanfaatkan kayu dari pohon tersebut. Bila kita menanam pohon yang dapat menghasilkan buah, kita dapat memanfaatkan buah tersebut, dan juga kita dapat menjual buah yang kita dapatkan dari pohon yang kita tanam tadi.

Dan kita semua berharap semoga di waktu mendatang penebangan pohon secara liar cepat teratasi. Bila penebangan hutan teratasi maka bukan tidak mungkin di bumi kita tidak terjadi global warming dan tanah longsor.

25 Oktober 2009

Pagi yang cerah & sejuk ini, aku kirimkan salam terindah, salam yang mengharumkan melebihi harum surga, sejuknya melebihi embun pagi. Salam hangat sehangat mentari di waktu Dhuha. Salam suci sesuci telaga Kautsar.

Saturday, October 24, 2009

24 Oktober 2009

Angin selalu bilang janganlah hari esok seperti kau menjaga malammu yang selalu jalan di setiap detik, waktu & terus senyumlah engkau nikmati indahnya mentari pagi.

Talibun

Talibun adalah sejenis puisi lama seperti pantun karena mempunyai sampiran dan isi, tetapi lebih dari 4 baris ( mulai dari 6 baris hingga 20 baris). Berirama abc-abc, abcd-abcd, abcde-abcde.

Ciri-ciri Talibun adalah seperti berikut:
1. Merupakan sejenis puisi bebas
2. Terdapat beberapa baris dalam rangkap untuk menjelaskan pemerian
3. Isinya berdasarkan sesuatu perkara diceritakan secara terperinci
4. Setiap rangkap dapat menjelaskan satu keseluruhan cerita
5. Menggunakan puisi lain (pantun/syair) dalam pembentukannya
6. Gaya bahasa yang luas, lumrah dan sopan
7. Berfungsi untuk menjelaskan sesuatu perkara
8. Merupakan bahan penting dalam pengkaryaan cerita penglipur lara

24 Oktober 2009

Teman yang baik susah dicari, lebih sulit di tinggalkan, dan mustahil untuk di lupakan.

24 Oktober 2009

Janganlah kamu meletakan kebohongan di atas cinta nanti itu dapat membuat ia menderita, janganlah pernah kamu memasukan kemunafikan kedalam cinta karena itu pasti dapat menghancurkan dirinya, janganlah pernah kamu menjadikan cinta hanya untuk turuti kesenangan hawa nafsu belaka. Letakkan cinta pada kejujuran + kesetiaan + ketulusan + kepercayaan. Karena itukan dapat membuat keabadian + kebahagiaan cinta

Wednesday, October 21, 2009

Cinta yang Terlupakan

Kau tinggalkan aku begitu saja
Aku tak tahu salahku
Kau berpaling begitu saja

Akankah cinta kita bersatu kembali
Ku ingin cinta kita berdua akan seperti dulu

Tuesday, October 6, 2009

Hanya Ingin Bersama Dirimu

Waktu terus berlalu
Membawa kebahagianku pergi
Kini diam membisu
Sesali segala ucap janji

Dari bibirku untuk dirimu
Dalam hatiku tentang dirimu
Dari segala rona yang ada
Dalam hatiku
Sebenarnya ku hanya bahagia dengan dirimu

Pasti bahagia hanya itu yang ada di hati kita berdua
Dancinta biarlah berahkir nila tiada rasa bahagia
Dan sebenar – benarnya ku hanya imgin bahagia dengan dirimu

Jalan cinta msih panjang
Hanya terbentang seribu halang
Kaki semakin tak pasti
Tiada lagi kata hati

Saturday, October 3, 2009

Cinta Sia - Sia

Awal mengenalmu
Aku jatuh cinta
Tapi kau tak tahu
Sungguh aku merindukanmu

Hatiku sakit
Ketika temanku
Mencintai kau
Namun kau mencintainya juga

Sungguh...
Cintaku sia – sia
Namun aku
Tak pernah menyerah

Penantian

Ku mengerti keputusanmu
Melepaskanku, karena ku bukan cintamu
Semua harapan yang kau beri
Atas cintamu, telah kau akhiri
Untuknya,,,,,,

Ku coba bertahan
Hadapi kenyataan
Tak bisa paksakan cintamu
Untuknya,,,,,,

Ku kan bertahan
Saat kau tak di sisiku
Dan ku berharap dia yang terbaik
Untukmu,,,,,